"Korbannya kurang lebih sekarang teridentifikasi 25 orang," kata Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Suparni Parto saat dihubungi detikcom, Jumat (15/4/2011).
Suparni mengatakan, dari 25 orang tersebut mengalami luka ringan dan luka berat. Korban terdiri dari polisi dan warga sipil yang kebetulan salat Jumat di masjid tersebut.
"Ya korbannya campur-campur. Ada polisi ada masyarakat," jelasnya.
Korban pun dibawa di berbagai rumah sakit yakni Rumah Sakit Pelabuhan dan Rumah Sakit Pertamina.
Spoiler for BOM MELEDAK:
GP Ansor: Pelaku Bom Bunuh Diri di Cirebon Pengecut
Febrina Ayu Scottiati - detikNews
Jakarta - Bom yang meledak di masjid Polresta Cirebon menyebabkan 25 orang luka-luka. Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Nusron Wahid mengatakan tindakan tersebut keji dan pengecut.
"Aksi peledakan tersebut merupakan tindakan keji dan pengecut, terutama aktor perancangnya. Ini pasti teroris yang terlatih yang melakukannya. Negara harus tegas dan sigap turun tangan," kata Nusron dalam rilis yang diterima detikcom, Jumat (15/4/2011).
Ia juga mendesak Presiden agar mengerahkan segala potensinya untuk menangkap aktor intelektual di balik aksi bom bunuh diri tersebut. Karena menurutnya, kantor kepolisian merupakan simbol dan sendi keamanan negara.
"Kalau kantor polisi saja bisa diserang, bagaimana ada jaminan keamanan di tempat-tempat umum lainnya? Ini jelas-jelas menantang untuk perang," imbuhnya.
Bom di masjid tersebut terjadi pukul 12.15 WIB, saat salat Jumat hendak dimulai. Lebih 5 polisi yang terluka dilarikan ke RS Pelabuhan, 500 meter dari TKP
Selain Kapolresta, korban luka lainnya adalah imam yang akan memimpin salat, Kasatlantas dan sejumlah polisi lainnya. Mereka dilarikan ke RS Pelabuhan dan RS Pertamina. Satu orang tewas, diduga pelaku bom bunuh diri.
Febrina Ayu Scottiati - detikNews
Jakarta - Bom yang meledak di masjid Polresta Cirebon menyebabkan 25 orang luka-luka. Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Nusron Wahid mengatakan tindakan tersebut keji dan pengecut.
"Aksi peledakan tersebut merupakan tindakan keji dan pengecut, terutama aktor perancangnya. Ini pasti teroris yang terlatih yang melakukannya. Negara harus tegas dan sigap turun tangan," kata Nusron dalam rilis yang diterima detikcom, Jumat (15/4/2011).
Ia juga mendesak Presiden agar mengerahkan segala potensinya untuk menangkap aktor intelektual di balik aksi bom bunuh diri tersebut. Karena menurutnya, kantor kepolisian merupakan simbol dan sendi keamanan negara.
"Kalau kantor polisi saja bisa diserang, bagaimana ada jaminan keamanan di tempat-tempat umum lainnya? Ini jelas-jelas menantang untuk perang," imbuhnya.
Bom di masjid tersebut terjadi pukul 12.15 WIB, saat salat Jumat hendak dimulai. Lebih 5 polisi yang terluka dilarikan ke RS Pelabuhan, 500 meter dari TKP
Selain Kapolresta, korban luka lainnya adalah imam yang akan memimpin salat, Kasatlantas dan sejumlah polisi lainnya. Mereka dilarikan ke RS Pelabuhan dan RS Pertamina. Satu orang tewas, diduga pelaku bom bunuh diri.
Spoiler for Bom cirebon:
Kapolda Jabar Akui Kelemahan Polres yang Tak Dijaga Saat Salat Jumat
Nograhany Widhi K - detikNews
Jakarta - Masjid Mapolresta Cirebon memang biasa digunakan warga sekitar untuk salat Jumat. Tak ada yang menjaga saat masyarakat untuk masuk salat Jumat. Hal ini diakui Kapolda Jawa Barat (Jabar) Irjen Pol Suparni Parto sebagai kelemahan.
"Masjid di Polres terbiasa dipakai masyarakat luas, termasuk anggota Polres," ujar Kapolda Jabar Irjen Pol Suparni Parto seperti ditayangkan Metro TV, Jumat (15/4/2011).
Suparni membenarkan tak ada penjagaan bagi siapa saja yang masuk ke polres saat salat jumat. "Tentu itu merupakan kelemahan yang kita miliki namun kalau kita lihat dari pengalaman bahwa baik di wilayah Jabar dan khususnya di Indonesia bom terjadi pada saat dilaksanakan salat jumat baru kali ini," jelasnya.
Bom itu menurutnya, meledak saat akan hendak salat jumat pada pukul 12.15 WIB. Yang terluka selain Kapolres Cirebon AKBP Herukoco, Kasatlantas, Kasubag SDM, 2 anggota provoost dan beberapa anggota Polres.
Nograhany Widhi K - detikNews
Jakarta - Masjid Mapolresta Cirebon memang biasa digunakan warga sekitar untuk salat Jumat. Tak ada yang menjaga saat masyarakat untuk masuk salat Jumat. Hal ini diakui Kapolda Jawa Barat (Jabar) Irjen Pol Suparni Parto sebagai kelemahan.
"Masjid di Polres terbiasa dipakai masyarakat luas, termasuk anggota Polres," ujar Kapolda Jabar Irjen Pol Suparni Parto seperti ditayangkan Metro TV, Jumat (15/4/2011).
Suparni membenarkan tak ada penjagaan bagi siapa saja yang masuk ke polres saat salat jumat. "Tentu itu merupakan kelemahan yang kita miliki namun kalau kita lihat dari pengalaman bahwa baik di wilayah Jabar dan khususnya di Indonesia bom terjadi pada saat dilaksanakan salat jumat baru kali ini," jelasnya.
Bom itu menurutnya, meledak saat akan hendak salat jumat pada pukul 12.15 WIB. Yang terluka selain Kapolres Cirebon AKBP Herukoco, Kasatlantas, Kasubag SDM, 2 anggota provoost dan beberapa anggota Polres.
Spoiler for update:
Kapolda Perkirakan Bom Cirebon Low Explosive
Chazizah Gusnita - detikNews
Jakarta - Bom Bunuh diri di masjid kompleks Mapolresta Cirebon diperkirakan berdaya ledak rendah. Hal itu dilihat dari kondisi korban dan dari ledakan di masjid tersebut.
"Saya belum bisa mengatakan, tapi saya perkirakan low explosive. Kalau high bisa jauh lebih banyak korbannya," kata Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Suparni Parto saat dihubungi detikcom, Jumat (15/4/2011).
Suparni mengatakan, korban yang mengalami luka kebanyakan terkena paku yang berasal bom yang diledakkan pelaku. "Kayaknya paku kena korban. Tapi saya belum jelas karena masih di jalan. Logam-logam memang," jelas Suparni.
Ledakan terjadi di masjid di kompleks Mapolresta Cirebon, Jawa Barat, sekitar pukul 12.30 WIB menjelang salat Jumat. Ledakan ini terjadi akibat bom bunuh diri.
Chazizah Gusnita - detikNews
Jakarta - Bom Bunuh diri di masjid kompleks Mapolresta Cirebon diperkirakan berdaya ledak rendah. Hal itu dilihat dari kondisi korban dan dari ledakan di masjid tersebut.
"Saya belum bisa mengatakan, tapi saya perkirakan low explosive. Kalau high bisa jauh lebih banyak korbannya," kata Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Suparni Parto saat dihubungi detikcom, Jumat (15/4/2011).
Suparni mengatakan, korban yang mengalami luka kebanyakan terkena paku yang berasal bom yang diledakkan pelaku. "Kayaknya paku kena korban. Tapi saya belum jelas karena masih di jalan. Logam-logam memang," jelas Suparni.
Ledakan terjadi di masjid di kompleks Mapolresta Cirebon, Jawa Barat, sekitar pukul 12.30 WIB menjelang salat Jumat. Ledakan ini terjadi akibat bom bunuh diri.
Spoiler for update ciri pelaku:
Jadi Korban Ledakan, Kapolresta Cirebon Dilarikan ke RS Pertamina
Nurvita Indarini - detikNews
Jakarta - Tak kurang dari 25 orang menjadi korban dalam ledakan yang terjadi di masjid yang berada di kompleks Mapolresta Cirebon. Salah satu korbannya adalah Kapolresta Cirebon AKBP Herukoco.
Heru dilarikan ke RS Pertamina Cirebon (RSPC) yang jaraknya sekitar 4 kilometer dari lokasi ledakan. "Pak Kapolres dibawa ke sini. Yang saya tahu, baru Pak Kapolres yang di sini, mungkin yang lainnya di RS Pelabuhan," ujar petugas RSPC saat dihubungi detikcom, Jumat (15/4/2011).
Heru kini dirawat di ruang gawat darurat. Dia dalam keadaan sadar meski mengalami luka-luka di sekujur punggungnya.
"Pak Kapolres baik-baik saja. Sekarang sedang difoto, ditangani," ucap seorang perawat di RSPC.
Ledakan terjadi di masjid di kompleks Mapolresta Cirebon, Jawa Barat, sekitar pukul 12.30 WIB menjelang salat Jumat. Ledakan ini terjadi akibat bom bunuh diri.
Nurvita Indarini - detikNews
Jakarta - Tak kurang dari 25 orang menjadi korban dalam ledakan yang terjadi di masjid yang berada di kompleks Mapolresta Cirebon. Salah satu korbannya adalah Kapolresta Cirebon AKBP Herukoco.
Heru dilarikan ke RS Pertamina Cirebon (RSPC) yang jaraknya sekitar 4 kilometer dari lokasi ledakan. "Pak Kapolres dibawa ke sini. Yang saya tahu, baru Pak Kapolres yang di sini, mungkin yang lainnya di RS Pelabuhan," ujar petugas RSPC saat dihubungi detikcom, Jumat (15/4/2011).
Heru kini dirawat di ruang gawat darurat. Dia dalam keadaan sadar meski mengalami luka-luka di sekujur punggungnya.
"Pak Kapolres baik-baik saja. Sekarang sedang difoto, ditangani," ucap seorang perawat di RSPC.
Ledakan terjadi di masjid di kompleks Mapolresta Cirebon, Jawa Barat, sekitar pukul 12.30 WIB menjelang salat Jumat. Ledakan ini terjadi akibat bom bunuh diri.
Spoiler for update:
TEMPO Interaktif, Cirebon -Sebuah bom yang dikabarkan bom bunuh diri meledak di Masjid Polres Cirebon Kota pukul 12.15. Radius ledakan itu mencapai 2 kilometer. Akibat ledakan itu sekitar 15 orang luka. Kini mereka dilarikan ke rumash sakit Pelabuhan Cirebon dan RS tentara Cermai Cirebon.
Menurut sumber Tempo, menyebut, ledakan itu adalah bom bunuh diri. Pelaku, menurut sumber ini memakai baju hitam berdiri di shaf kedua saat shalat di masjid itu.
Peristiwa ledakan berlangsung ketika dilakukan shalat Jumat di masjid Polres Cirebon Kota. Akibatnya, jamaah yang kebanyakan merupakan anggota polisi menjadi korban dalam ledakan itu.
Kepolisian Cirebon Kota telah memasang garis polisi di sekitar lokasi. Sekarang ini pihak polisi militer dan organiknya sedang melakukan pemeriksaan di lokasi.
Menurut sumber Tempo, menyebut, ledakan itu adalah bom bunuh diri. Pelaku, menurut sumber ini memakai baju hitam berdiri di shaf kedua saat shalat di masjid itu.
Peristiwa ledakan berlangsung ketika dilakukan shalat Jumat di masjid Polres Cirebon Kota. Akibatnya, jamaah yang kebanyakan merupakan anggota polisi menjadi korban dalam ledakan itu.
Kepolisian Cirebon Kota telah memasang garis polisi di sekitar lokasi. Sekarang ini pihak polisi militer dan organiknya sedang melakukan pemeriksaan di lokasi.
Spoiler for pelaku:
INILAH.COM, Jakarta – Pelaku bom bunuh diri di masjid Mapolres Cirebon Kota, Jumat (15/4/2011), sempat berteriak Allahu Akbar sebelum meledakkan dirinya.
Saksi mata di lokasi kejadian di masjid At-Taqwa yang berada di lingkungan Mapolres Cirebon Kota Jl Veteran, Cirebon Kota, Jawa Barat, menyebutkan, bom tersebut meledak saat akan berlangsung salat Jumat . Ketika itu, jemaah yang sebagian besar polisi sudah berkumpul di masjid menantikan tibanya salat Jumat.
Salah seorang jemaah kemudain berdiri dan berteriak Allahu Akbar dan kemudian meledakkan diri. Suara ledakan keras kontan mengagetkan jemaah dan warga sekitar karena suaranya sangat keras. Orang yang melakukan bom bunuh diri itu kemudian tewas di tempat. [tjs]
Saksi mata di lokasi kejadian di masjid At-Taqwa yang berada di lingkungan Mapolres Cirebon Kota Jl Veteran, Cirebon Kota, Jawa Barat, menyebutkan, bom tersebut meledak saat akan berlangsung salat Jumat . Ketika itu, jemaah yang sebagian besar polisi sudah berkumpul di masjid menantikan tibanya salat Jumat.
Salah seorang jemaah kemudain berdiri dan berteriak Allahu Akbar dan kemudian meledakkan diri. Suara ledakan keras kontan mengagetkan jemaah dan warga sekitar karena suaranya sangat keras. Orang yang melakukan bom bunuh diri itu kemudian tewas di tempat. [tjs]
Spoiler for target bom:
VIVAnews – Letakan bom bunuh diri di Masjid yang terletak di komplek Markas Polres Kota Cirebon, Jawa Barat, Jumat, 15 April 2011, siang ini mengindikasikan bahwa polisi sudah menjadi target dari para pelaku bom.
Penegaskan itu disampaikan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Polri (Mabes), Inspektur Jenderal, Anton Bachrul Alam. Jika targetnya bukan polisi, “Kenapa dia harus masuk ikut salat?”Masjid itu memang tempat salat Jumat polisi di sana.
Pelaku peledakan bom itu tewas di dalam Masjid, sejumlah 25 orang diangkut dan dirawat di Rumah Sakit. Siapa pelaku bom yang tewas itu masih ditelusuri oleh kepolisian. Yang juga menjadi korban ledakan itu adalah Kapolres Cirebon Ajun Komisaris Besar, Heru Koco. Dia kini sedang dirawat di Rumah Sakit Labuhan. Ledakan itu terjadi sekitar pukul 12.35 WIB, tepat saat salat Jumat baru dimulai.
Penegaskan itu disampaikan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Polri (Mabes), Inspektur Jenderal, Anton Bachrul Alam. Jika targetnya bukan polisi, “Kenapa dia harus masuk ikut salat?”Masjid itu memang tempat salat Jumat polisi di sana.
Pelaku peledakan bom itu tewas di dalam Masjid, sejumlah 25 orang diangkut dan dirawat di Rumah Sakit. Siapa pelaku bom yang tewas itu masih ditelusuri oleh kepolisian. Yang juga menjadi korban ledakan itu adalah Kapolres Cirebon Ajun Komisaris Besar, Heru Koco. Dia kini sedang dirawat di Rumah Sakit Labuhan. Ledakan itu terjadi sekitar pukul 12.35 WIB, tepat saat salat Jumat baru dimulai.
Spoiler for foto:

Salah seorang polisi korban dipapah ketika memasuki rumah sakit
Spoiler for foto:
Mapolresta Cirebon Langsung disrerbu masyarakat Untuk melihat peristiwa menghebohkan ituSpoiler for foto:
AKBP Herukoco, Kapolresta Cirebon Terluka parah punggungnya dalam peristiwa itu
0 Comments: on "bom meledak di Cirebon"
Post a Comment